Sabtu, 15 Februari 2014

Jari Telunjuk yang Satu, Empat Ke Manaa ??

Ayah Edy salah satu ahli parenting di Indonesia pernah mengatakan bahwa apabila orang tua memarahi anak sering menunjuk tangan ke arah anak untuk memberitahu suatu kesalahan yang diperbuat si anak. Padahal kalau diperhatikan, satu telunjuk mengarah ke anak dan empat lainnya ke ... ??! 



Ya jelas ke yang punya telunjuk sendiri kan ? Hehe...bener juga. Pengertiannya, bisa jadi anak salah tapiiii...yang lebih banyak salah bisa jadi orang tua itu sendiri. Hal tersebut kek nya gak hanya berlaku untuk hubungan orang tua - anak. Pun bisa nyambung dengan hubungan antar sesama manusia. Seringkali kita menyalahkan, menilai bahkan menghakimi atas kesalahan, kekhilafan bahkan kepribadian seseorang sekalipun. Merasa lebih baik, lebih benar, lebih sempurna dari yang lain. Pada dasarnya yang berhak mutlak sebagai penilai maupun hakim yang hakiki hanya Allah SWT. Mutlak dunia akhirat Dia yang punya. Manusia gak ada yang suci akhlak selayaknya Nabi Muhammad SAW. Pasti dan selalu ada cacat dan kurangnya. Tapi masih juga kita bisa 'tega2nya' 'mengambil hak' untuk menilai satu sama lain.
Sekedar ambil contoh, komentator bola. Lihat dan dengar aja tuh komen2 mereka yang bukan main lebih hebat dari pemain bola itu sendiri. Coba sekali2 boleh juga dicoba, mereka turun ke lapangan gantiin pemain. Jangan2 untuk lari2 keliling lapangan dah ngos2an duluan. Tapi ya itu mereka emang dibayar untuk komen dan menilai. Bagaimana kalau kita lihat dalam keseharian  ? Hmmm...hakim2 'illegal' bertebaran dimuka bumi. Termasuk saya hiks hiks hiks...
Sebelum kita 'gatel' untuk membicarakan kekurangan orang lain mungkin gak ada salahnya   kita baca 'mantera' ini :
"Ada cermin, ada kaca, orang lain belum tentu lebih buruk dari kita. Ada kaca, ada cermin, kita belum tentu lebih baik dari orang lain. Before you judge anyone, make sure that you're perfect."
Anyone ? Ada yang sempurna kah ?
'Penyakit' yang sudah akut tapi masih bisa 'diterapi' kok. Mungkin gak bisa 'bersih2' amat secara manusia emang gudangnya dosa, tapi kalau ga niat kapan sembuhnya kan ? Lumayan lah kalo masih level gejala2 nya aja alias dikit2 or bentar2 aja ghibahnya hihihi...peace !! Dikit2 lama2 jadi bukit dong ! Susah ya ? Maka dari itu saya berbagi sama sodara2 sekalian, sapa tau ada mantera yang lebih cespleng lagi :D


2 komentar:

  1. Bener bener kak, manteranya harus dibaca 3 kali sehari satu sendok teh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadehhhhh....kaka ciyus diiik ! sendok makan tauuuu !!! hihihihi....

      Hapus